TETRASIKLIN

·         TETRASIKLIN
Tetracycline adalah antibiotik spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif yang termasuk golongan antibiotik polyketide. Tetracycline bekerja dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak terjadi.Antibiotik ini diserap tidak sempurna dari saluran pencernaan. Bioavailabilitas (kadar obat dalam plasma) yang bisa dicapai berkisar antara 60-80%. Penyerapan semakin berkurang jika digunakan bersamaan dengan makanan dan susu/produk susu.


Efek Samping :
Berikut adalah beberapa efek samping tetracycline :
v  Mual, muntah, diare (kolitis akibat antibiotik jarang dilaporkan), disfagia dan iritasi esofagus.
v  Efek samping lain yang jarang terjadi adalah hepatotoksisitas, pankreatitis, gangguan darah, fotosensitivitas (terutama dengan demeklosiklin) dan reaksi hipersensitivitas (ruam, dermatitis eksfoliatif, sindrom Steven-Johnsons, urtikaria, angioedema, anafilaksis, perikarditis). Sakit kepala dan gangguan penglihatan dapat sebagai pertanda adanya benign intracranial hypertension (terapi dihentikan). Bulging fontanelles pada bayi telah dilaporkan.
v  Antibiotik ini menghambat perkembangan gigi dan tulang termasuk untuk janin sehingga pemberian tetrasiklin untuk wanita hamil sebaiknya dihindari.
v  Menyebabkan gigi kuning, abu-abu, coklat hingga hitam, terutama untuk bayi dan anak-anak dibawah usia 8 tahun.
v  Menyebabkan efek fotosensitifitas pada kulit (paparan cahaya matahari secara intens sebaiknya dihindari selama pemakaian antibiotik ini).
Peringatan:
Tetrasiklin sebaiknya digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan gangguan fungsi hati atau yang menerima obat yang bersifat hepatotoksik. Tetrasiklin dapat meningkatkan kelemahan otot pada pasien miastenia gravis dan eksaserbasi lupus eritematosus sistemik. Antasida dan garam Al, Ca, Fe, Mg dan Zn menurunkan absorpsi tetrasiklin. Susu menurunkan absorpsi demeklosiklin, oksitetrasiklin dan tetrasiklin. Interaksi lain: Lampiran 1 (tetrasiklin).

Mekanisme Efek Samping Tetrasiklin
Efek samping yang sering terjadi dari obat tetrasiklin ini ialah dapat menyebabkan gigi berwarna kuning. Adapun mekanismenya ialah sebagai berikut:
v  Penggunaan secara sistemik dari tetrasiklin selama pembentukan dan perkembangan gigi dikaitkan dengan deposisi tetrasiklin pada jaringan gigi. Tetrasiklin mengandung gugus-gugus hidroksil, dimana gugus tersebut akan membentuk ikatan bila dikombinasikan dengan Ca++ sebagai unsur-unsur pembentuk gigi. Tetrasiklin dapat mengikat kalsium secara irreversible, kemudian berikatan dengan kristal hidroksiapatit baik di dentin maupun enamel. Juga, mempunyai kemampuan membentuk kompleks atau ikatan dengan kristal hidroksiapatit dalam gigi sehingga mengakibatkan terbentuknya senyawa orthocalcium phosphat complex yang tertimbun pada gigi dan menyebabkan perubahan warna pada gigi. Dentin ditunjukkan sebagai jaringan yang paling sulit untuk berubah warna daripada enamel jika melalui plasenta.Jordan dkk membagi keparahan perubahan warna ke dalam 3 bagian yaitu : ringan, sedang, berat. Perubahan warna ringan digambarkan berwarna kuning terang yang merata hampir di seluruh permukaan gigi. Perubahan warna sedang digambarkan berwarna kuning gelap atau hampir keabu-abuan. Sedangkan perubahan warna berat digambarkan dengan keadaan gigi yang berwarna abu-abu gelap, ungu atau biru dengan adanya bentuk cincin pada bagian servikal gigi.

Pertanyaan


  1. Apakah ada rekomendasi obat lain selain tetrasiklin yang menimbulkan efek samping seperti yang dijelaskan diatas?
  2. Bagian gugus mana dari tetrasiklin yang dapat menimbulkan efek gigi menguning ?
  3. Bagaimana cara mengurangi efek samping dari tetrasiklin, apakah dengan penggunaan obat lain?


Referensi:


Komentar

  1. Bagaimana interaksi tetrasiklin dengan obat lain jika diberi secara bersamaan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penggunaan bersamaan tetrasiklin dengan antasida dapat menurunkan jumlah absorpsi kedua jenis obat ini, karena tetrasiklin dapat berinteraksi dengan kandungan yang ada di dalam antasida.

      Hapus
  2. apakah tetrasiklin aman jika dikonsumsi ibu hamil ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keamanan tetrasiklin bagi ibu hamil termasuk dalam kategori D,
      Kategori D : untuk obat-obat yang terbukti berisiko pada janin tetapi manfaatnya jauh lebih besar. Sehingga tidak di sarankan untuk ibu hamil
      Tetrasiklin bersifat larut lemak sehingga dapat dengan mudah berdifusi melewati plasenta masuk ke sirkulasi janin lewat vena umbilikal. Sekitar 40-60% darah yang masuk melalui vena umbilikal akan masuk ke hati janin, sisanya akan langsung masuk ke sirkulasi umum janin. Apabila tetrasiklin diberikan selama masa kehamilan, maka obat akan tersimpan dalam gigi sang janin dan mengakibatkan pemudaran warna, dan displasia enamel. Tetrasiklin membentuk kompleks yang stabil dengan kalsium pada tulang dan gigi yang baru terbentuk. Hal ini mengakibatkan tetrasiklin tersimpan dalam tulang dan menyebabkan kelainan bentuk atau hambatan pertumbuhan tulang pada janin.

      Hapus
  3. mnrt saya tetrasiklin bs di ganti dgn penisilin utk meminimalisir efek smping

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya sependapat dengan kak ana, saat ini efek samping tetrasiklin terutama penyebab karies dan gigi kuning pada anak-anak sudah ditanggapi serius, dan sudah banyak penggunaan tetrasiklin yang diganti dengan obat laain yang lebih aman seperti penisilin

      Hapus
    2. Jadi penisilin memiliki mekanisme aksi sebagai Antibiotika β-laktam bekerja dengan menghambat pembentukan peptidoglikan di dinding sel. Beta -laktam akan terikat pada enzim transpeptidase yang berhubungan dengan molekul peptidoglikan bakteri, dan hal ini akan melemahkan dinding sel bakteri ketika membelah.

      Hapus
  4. Saya akan coba menjawab no 2.
    Tetrasiklin mengandung gugus-gugus hidroksil, dimana gugus tersebut akan membentuk ikatan bila dikombinasikan dengan Ca++ sebagai unsur-unsur pembentuk gigi. Tetrasiklin dapat mengikat kalsium secara irreversible, kemudian berikatan dengan kristal hidroksiapatit baik di dentin maupun enamel. Juga, mempunyai kemampuan membentuk kompleks atau ikatan dengan kristal hidroksiapatit dalam gigi sehingga mengakibatkan terbentuknya senyawa orthocalcium phosphat complex yang tertimbun pada gigi dan menyebabkan perubahan warna pada gigi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengenai tetrasiklin yang dapat menimbulkan efek gigi menguning saya mengutip dari buku At a glance bahwasanya tetrasiklin terikat pada kalsium dalam tulang dan gigi yang sedang tumbuh. hal ini menyebabkan diskolorasi gigi pada anak muda dan tetrasiklin seharusnya dihindari pada anak-anak sampai dengan usia 8 tahun, wanita hamil serta ibu menyusui.

      Hapus
  5. 3. salah satu ES tetrasiklin adalah ganguan pada ginjal, sepertinya bisa dilakukan terapi non farmakologi dengan memperbanyak konsumsi air mineral

    BalasHapus
  6. No 3 penggunaan tetrasiklin merugikan bagi anak2 karena merusak gigi, solusinya adalah mengganti dengan antibiotik yang aman bagi anak2 diantaranya :
    Penisilin dan turunannya seperti ampisilin, amoxisilin, amoxisilin-clavulanic acid.
    Cefalosphorin oral seperti cefadroxil dan cefixime.
    Golongan Makrolida seperti spiramicyn, azitromicyn, dan roxytromicyn.
    Linkomisin dan klindamisin.
    Golongan sulfonamida dan metronidazole.

    BalasHapus
  7. Sya akan menjawab pertanyaan no. 3
    Untuk membuat gigi menjadi putih kembali, kita harus tekun dalam membersihkan gigi. Kita juga bisa memakai beberapa alat khusus layaknya siwak. Siwak sendiri adalah sebuah jenis tumbuhan yang sangat terkenal di negara-negara Arab. Siwak sudah digunakan sebagai penggosok gigi sejak jaman dahulu dan dikenal mampu memutihkan gigi dengan efektif dan membuat gigi menjadi lebih kuat. Gosokkan siwak layaknya anda menggunakan sikat gigi secara rutin dan gigi pun akan memutih dengan cepat.

    Arang yang bersih juga bisa dipakai untuk menggosok gigi agar memutih kembali. Biasanya, arang yang dipakai untuk menggosok gigi ini sudah dalam bentuk yang halus layaknya bubuk dan kita gosokkan dengan jari tangan. Menggosok gigi dengan arang juga harus dilakukan dengan lembut agar permukaan gigi tidak terluka. Penggosokan gigi dengan arang secara rutin juga dapat membuat gigi memutih dengan cepat.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ANTIHISTAMIN

ASAS-ASAS PERANCANGAN OBAT

Identifikasi Farmakofor