FENOTIAZIN DAN TURUNANNYA
Selain klorpromazin dan proklorperazin ada lagi turunan
fenotiazin yaitu promethazine. Promethazine adalah antihistamine (tipe
phenothiazine). Bekerja dengan menghalangi zat alami tertentu (histamine) yang
tubuh Anda keluarkan selama reaksi alergi.
Prometazin
dimetabolisme terutama untuk promethazine sulphoxide dan ke promethazine
desmethyl tingkat yang lebih rendah. Obat ini diserap dengan baik dari saluran
pencernaan. Konsentrasi plasma puncak sulphoxide metabolit terjadi
setelah pemberian intravena. Konsentrasi puncak plasma ini terjadi setelah 2
sampai 3 jam bila prometazin diberikan secara oral (25 sampai 50 mg)
atau intramuskuler (25 mg). Metabolisme juga terjadi pada dinding usus
tetapi lebih rendah derajat dari sebelumnya. Setelah pemberian rektal
prometazin dalam formulasi supositoria, terjadi konsentrasi plasma puncak yang
diamati setelah sekitar 8 jam. Bioavailabilitas oralnya adalah sekitar 25%.
Sedangkan Bioavailabilitas rektalnya 23%.
Prometazin
hydrochloride sebagai AH1 menghambat efek histamin pada pembuluh darah,
bronkus dan bermacam-macam otot polos. AH1 juga bermanfaat untuk mengobati
reaksi hipersensitivitas dan keadaan lain yang disertai pelepasan histamin
endogen berlebih. Histamin endogen bersumber dari daging dan bakteri dalam
lumen usus atau kolon yang membentuk histamin dari histidin.
Dosis terapi AH1
umumnya menyebabkan penghambatan sistem saraf pusat dengan gejala seperti
kantuk, berkurangnya kewaspadaan dan waktu reaksi yang lambat, mekanismenya
mengantagonir histamine dengan jalan memblok reseptor-H1 di otot licin dari
dinding pembuluh, bronchi dan saluran cerna, kandung kemin dan rahim. Efek samping
ini menguntungkan bagi pasien yang memerlukan istirahat namun dirasa menggangu
bagi mereka yang dituntut melakukan pekerjaan dengan kewaspadaan tinggi.
Jadi sebenarnya rasa kantuk yang ditimbulkan setelah penggunaan Prometazin
hydrochloride merupakan salah satu efek samping dari obat tersebut.
·
Standar
dosis dewasa untuk Reaksi Alergi
Oral atau rectal: 12.5 mg sebelum makan dan 25 mg saat akan
tidur, bila diperlukan. Alternatif, 25 mg dosis tunggal diberikan saat akan
tidur atau 6.25 mg sampai 12.5 mg tiga kali sehari
IM atau IV: 25 mg, dapat diulangi dalam waktu 2 jam bila
diperlukan.
·
Efek samping
Sama seperti obat-obat lain,
promethazine juga berpotensi menyebabkan efek samping. Beberapa efek samping
yang umum terjadi setelah mengonsumsi obat ini adalah:
- Pandangan kabur
- Mengantuk
- Mulut kering
- Sakit kepala
- Konstipasi
- Nyeri perut
- Sulit buang air kecil
Pertanyaan
1.
Selain
promethazin apakah ada rekomendasi obat lain yang masih dalam turunan
fenotiazin?
2.
Apakah
obat ini aman jika digunakan dalam jangka lama?
3.
Dari
penjelasan diatas apakah ada efek samping yang lain yang dapat ditimbulkan oleh
promethazin?
4.
Apakah
promethazin aman digunakan untuk ibu hamil dan bagaimana tingkat keamanannya?
5.
Apakah
promethazin dapat berinteraksi dengan obat lain?
6.
Bagaimana
mekanisme timbulnya efek samping dari promethazin?
hai aisyah
BalasHapusobat apapun pada dasarnya tidak baik ya jika digunakan dalam jangka panjang, termasuk fenotiazin dan derivatnya. Apalagi nih, fenotiazin diketahui mampu menembus BBB (Blood Brain Barrier)/ Sawar Darah Otak yang berartiiii ia bekerja di SSP.
saya sependapat dengan cindra karena fenotiazin mampu menembuh sawar darah otak dan beekrja di ssp maka jika pengonsumsiannya dalam jangka panjang ditakutkan akan mengganggu sistem saraf
Hapusiya setuju kak. ditakutkan bisa terjadi kelumpuhan karena otaknya terganggu
Hapusnmr 4
BalasHapusmnrt saya sebaiknya jgn gunakan obat ini kpd ibu hamil atau menyusui
Bagaimana tingkat keamanan obat ini bagi kehaliman berdasarkan FDA?
HapusMenurut FDA, Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan. C=Mungkin berisiko"
HapusUntuk tingkatan C sendiri, belum diuji secara klinis oleh karena itu tingkat keamanannya belum terjamin, baru sebatas pengujian preklinis dg hewan uji
HapusOleh karena itu penggunaan dg ibu hamil tidak disarankan
saya setuju, sebaiknya jangan digunakan pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya dampak buruk pada janin, jika memang diperlukan perlu diperhatikan lagi, dimana Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.
Hapusya stuju sekali karna ibu hamil sangat sensitif jikalau terjadi kesalahan akan mengakibatkan fatal pada janin
Hapussaya akan mencoba menjawab pertanyaan no 5 efek samping lain yang ditimbulkan promethazim adalah mengaami aergi gatal-gatal, kesulitan bernapas, bengkak pada wajah, bibir, lidah atau tengorokan
BalasHapusSiang ,saya akan coba menjawab pertanyaan nmbr 5.obat yang dapat berinteraksi dengan promethazin ialah :Cisapride, Dronedarone, Grepafloxacin, Mesoridazine, Metoclopramide, Pimozide, Piperaquine, Sodium Oxybate, Sparfloxacin, Thioridazine
BalasHapusSiang ,saya akan coba menjawab pertanyaan nmbr 5.obat yang dapat berinteraksi dengan promethazin ialah :Cisapride, Dronedarone, Grepafloxacin, Mesoridazine, Metoclopramide, Pimozide, Piperaquine, Sodium Oxybate, Sparfloxacin, Thioridazine
BalasHapus1. cpz merupakan fenotiazin yang banyak dignaan saat ini
BalasHapus2. prometazin tidak boleh digunakan dalam waktu yang lama, karena akan menimbulkan kerusakan ada ssp, karena pada dasarnya prometazin merupakan turunan fenotiazin yang bekerja pa ssp, yg dapat menimbulkan efek sedasi, jadi jika digunakan terlalu lama efek toksiknya akan meningkat
BalasHapusSaya tambahkan lagi, Penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan hipotensi, agranulisitosis, dermatitis, penyakit kuning, perubahan mata, dan kulit serta sensitive terhadap cahaya. Contoh turunan fenotiazin yang terutama diguanakn sebagai antipsikosis adalah promazin, klorpromazin, trifluoperazin, teoridazin, mesorizadin, perazin (Taxilan), butaperazin, Fluferazin, asetofenazin dan carfenazin.
Hapus3. Berkedut atau gerakan tak terkendali pada mata Anda, bibir, lidah, wajah, lengan, atau kaki
BalasHapusGemetar yang tidak terkendali, meneteskan air liur, kesulitan menelan, masalah pada keseimbangan atau saat berjalan
Merasa resah, gelisah
Demam tinggi, kaku pada otot, berkeringat, detak jantung cepat atau tidak teratur, napas cepat
Merasa akan pingsan
Kejang-kejang
Kulit pucat, mudah luka atau berdarah, tenggorokan sakit, gejala flu
Penglihatan menurun pada malam, mata berair, sensitif terhadap cahaya meningkat
Halusinasi
Mual dan nyeri perut, ruam kulit, dan sakit kuning (menguning pada kulit atau mata);
Jarang buang air kecil
Nyeri sendi atau bengkak disertai dengan demam, kelenjar bengkak, nyeri otot, tingkah laku atau pikiran yang berbeda dari biasanya, warna kulit tidak merata; atau
Detak jantung lambat, denyut nadi lemah, pingsan, napas lambat (bahkan napas bisa berhenti).
4. Kategori C : Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.
BalasHapus5. bisa, contohnya dapat berinteraksi dengan obat :
BalasHapusCisapride
Dronedarone
Grepafloxacin
Mesoridazine
Metoclopramide
Pimozide
Piperaquine
Sodium Oxybate
Sparfloxacin
Thioridazine
Jawaban nomor 5 yaitu Interaksi obat dapat mengubah kinerja obat Anda atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Tidak semua kemungkinan interaksi obat tercantum dalam dokumen ini. Simpan daftar semua produk yang Anda gunakan (termasuk obat-obatan resep/nonresep dan produk herbal) dan konsultasikan pada dokter atau apoteker. Jangan memulai, memberhentikan, atau mengganti dosis obat apapun tanpa persetujuan dokter.
BalasHapusMenggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut ini tidak dianjurkan. Dokter Anda mungkin akan memutuskan untuk tidak mengobati Anda dengan obat ini atau mengubah beberapa obat yang telah Anda gunakan.
Cisapride
Dronedarone
Grepafloxacin
Mesoridazine
Metoclopramide
Pimozide
Piperaquine
Sodium Oxybate
Sparfloxacin
Thioridazine
Menggunakan obat ini dengan salah satu obat berikut biasanya tidak dianjurkan, tetapi mungkin diperlukan pada beberapa kasus. Jika kedua obat terdapat bersamaan dalam resep, dokter Anda mungkin akan mengubah dosis atau frekuensi Anda menggunakan salah satu atau kedua obat tersebut.
Acrivastine
Alfuzosin
Amiodarone
Amitriptyline
Amoxapine
Bioavailabilitas oralnya adalah sekitar 25%. Sedangkan Bioavailabilitas rektalnya 23%.
BalasHapusjgn digunakan untuk ibu hamil karena Menurut FDA, Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan. C=Mungkin berisiko
BalasHapusTurunan fenotiaizine yg byk digunakan yaitu chlorpromazine (cpz) bsa utk mngatasi mual dan muntah...
BalasHapus